10+ Cara Ampuh Mengatasi Laptop Lemot di Windows 7, 8, 8.1 dan 10

cara mengatasi laptop lemot

Biasanya permforma laptop akan menurun secara perlahan seiring bertambahnya usia laptop itu sendiri. Tentunya hal ini menjadi masalah bagi kita yang bekerja menggunakan laptop. Bagaimana tidak, kinerja yang lambat akan membuat produktifitas kita ikut melambat.

Nah, bagi anda yang sudah mulai merasakan penurunan kinerja laptop sehingga menjadi lemot dan lambat, pada artikel kali ini saya akan membagikan tips bagaimana cara mengatasi laptop lemot agar menjadi cepat seperti baru lagi.

Apa yang Menyebabkan Laptop Menjadi Lemot?

Sebelum kita mempraktekkannya di laptop masing-masing, alangkah baiknya kita cari tahu dulu penyebabnya, sebenarnya apa sih yang membuat laptop terasa berat?

Sebenarnya ada banyak sekali hal-hal yang dapat menyebabkan laptop terasa lemot. Beberapa di antaranya yang sering ditemukan adalah banyaknya file sampah yang menumpuk, terinfeksi virus, menginstal banyak aplikasi, kemampuan hardware yang menurun, dan masih banyak lagi.

Tips Mengatasi Laptop Lemot di Windows

1. Bersihkan File Sampah

Setiap kali kita menjalankan aplikasi baik itu web browser atau yang lainnya, secara otomatis akan menghasilkan cache. Cache aplikasi memang bermanfaat dan mampu mempercepat loading pada saat memproses program. Namun lama-kelamaan akan terjadi penumpukan file cache di harddisk sehingga laptop terasa lemot.

Selain itu ada pula jenis file sampah lainnya seperti sisa file dari aplikasi yang telah dihapus. Sehingga file-file sisa tersebut akan tetap ada sampai kita menghapusnya secara manual. Untuk membersihkan file sampah tersebut kita bisa memanfaatkan aplikasi pembersih sampah seperti CCleaner misalnya. Selengkapnya bisa kamu baca tentang cara membersihkan file sampah di Windows.

2. Lakukan Scan Menggunakan Antivirus

Jika hanya membersihkan file sampah saja tidak memberikan hasil yang maksimal, bisa jadi laptop anda sudah terinfeksi oleh virus, malware, atau semacamnya. Karena pada dasarnya virus adalah semacam program jahat yang bekerja secara diam-diam. Sehingga menyebabkan CPU dan RAM bekerja lebih ekstra lagi.

Untuk mengatasinya anda bisa menggunakan aplikasi Antivirus untuk menemukan virus atau program berbahaya lainnya dan kemudian dibersihkan dari laptop anda. Supaya hasilnya maksimal, sangat disarankan untuk menggunakan software antivirus berbayar dan terupdate. Berikut rekomendasi aplikasi antivirus terbaik yang bisa anda coba.

3. Hapus Software/Aplikasi yang Tidak Perlu

Sistem operasi Windows memang memberikan kemudahan dalam segala hal, termasuk menemukan aplikasi yang kita butuhkan. Akan tetapi jika kita memasang program terlalu banyak, tentu akan memenuhi kapasitas memori sehingga menyebabkan laptop menjadi lemot.

Untuk mengatasinya kita cukup menghapus aplikasi yang jarang digunakan dan menginstal aplikasi yang diperlukan saja. Kalau bisa pada saat menginstal aplikasi, jangan dipasang semua fitur yang tersedia. Misalnya ketika ingin menginstal paket aplikasi Office, pilihlah mode custom dan pasang yang dibutuhkan saja.

4. Jangan Instal Software Bajakan

Hati-hati saat mencari software yang anda butuhkan, jangan sampai anda menginstal software bajakan. Meskipun gratis, tapi percayalah bahwa software bajakan yang tersebar luas di internet saat ini tidak terjamin keamanannya. Bisa saja software tersebut sudah disisipi virus atau malware berbahaya, jika laptop anda sudah terinfeksi maka akan menyebabkan kinerja laptop menjadi lambat.

Untuk itu gunakanlah software yang berlisensi, walaupun terbilang mahal yang penting terjamin keamanannya. Jika tidak cukup uang, anda bisa menginstal aplikasi gratis dan open source sebagai alternatif. Walaupun gratis, tapi fiturnya tak kalah canggihnya dibandingkan software berbayar. Selengkapnya bisa anda lihat di daftar software gratis di Windows yang bisa anda gunakan untuk pekerjaan sehari-hari.

5. Update Driver

Driver bisa dikatakan sebagai software yang menjembatani antara perangkat keras dengan komputer. Misalnya supaya VGA bisa berfungsi dengan baik, maka harus ada driver VGA yang terinstal di komputer. Untuk itu kita perlu mengupdate driver secara berkala agar kinerja hardware yang terpasang bisa maksimal

6. Instal Ulang Windows

Jika serangkaian tips optimasi software di atas tidak memberikan dampak yang signifikan, anda bisa melakukan reset/install ulang sistem operasi laptop. Karena kemungkinan besar sistem operasi Windows anda sudah terserang virus yang cukup parah.

Dengan melakukan instal ulang, dijamin laptop anda kembali menjadi fresh dan terasa ringan. Ini dikarenakan semua virus yang bersarang sebelumnya telah terhapus dan ditimpa oleh sistem operasi yang baru

7. Hindari Laptop dari Panas Berlebih

Ketika kita menggunakan laptop terlalu lama bisa meningkatkan suhu dari prosesor atau komponen lainnya. Sehingga pada saat suhunya melewati batas normal akan menyebabkan laptop terasa lemot. Jika kipas laptop anda sudah tidak sanggup lagi mendinginkannya, anda bisa menjaga suhunya dengan menyalakan AC di ruangan anda bekerja.

Jika tidak ada AC, anda bisa menambahkan kipas pendingin tambahan yang biasa diletakkan di bagian bawah laptop. Di mana kita bisa mendapatkannya? ada banyak sekali kipas pendingin yang dijual di pasaran. Harganya juga bervariasi, mulai dari 50 ribuan sampai dengan ratusan tergantung kualitas barangnya.

8. Rutin Melakukan Perawatan Hardware

Tips berikutnya yang tak boleh diabaikan adalah melakukan perawatan hardware secara rutin. Anda bisa membersihkan bagian komponen seperti motherboard, kipas, hingga penggantian thermal paste, dengan catatan anda sudah paham cara membongkar laptop. Jika tidak anda bisa memanfaatkan jasa service laptop. Setidaknya anda melakukan ini selama setahun sekali.

9. Melakukan Upgrade RAM

Umumnya pada saat membeli laptop, masih banyak yang dibekali dengan RAM 2 GB atau 4 GB. Padahal jika dilihat dari kebutuhan software saat ini, kita butuh dengan RAM 8 GB. Jadi untuk memaksimalkan produktifitas sehari-hari kita bisa melakukan upgrade RAM agar performanya semakin kencang, minimal 8 GB.

10. Mengganti HDD dengan SSD

Salah satu faktor yang menyebabkan laptop terasa lemot adalah proses pembacaan data pada harddisk yang lambat. Karena pada saat ini banyak laptop yang masih menggunakan penyimpanan berjenis HDD.

Salah satu cara untuk meningkatkan kecepatan laptop adalah mengganti penyimpanan laptop anda dari HDD ke SSD. Karena jenis penyimpanan SSD memiliki kecepatan read/write yang lebih tinggi dibandingkan HDD. Selain itu laptop anda bisa lebih hemat baterai.

11. Gunakan Sistem Operasi yang Ringan

Jika saat ini anda belum memiliki cukup uang untuk melakukan upgrade RAM dan beralih ke SSD, anda bisa mengganti Windows anda dengan sistem operasi yang lebih ringan dan stabil. Ada banyak sekali sistem operasi gratis dan ringan yang bisa anda coba, salah satunya yaitu Linux.

Linux memang terbilang sangat stabil dibandingkan Windows. Selain stabil Linux juga memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi. Buktinya, selama lebih dari dua tahun saya menginstall Linux di laptop saya, tidak pernah terkena virus atau malware. Selain itu kecepatannya masih sama seperti saat pertama kali diinstal.

Untuk laptop dengan RAM 2 GB ke bawah anda bisa mencoba beberapa distro Linux ringan seperti Xubuntu, Lubuntu, dan masih banyak lainnya.

Nah itu dia beberapa tips bagaimana cara mengatasi laptop lemot yang bisa anda coba. Dengan mengikuti beberapa cara di atas, dijamin laptop akan akan semakin kencang dan tentu saja akan membuat produktifitas anda semakin meningkat, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *